HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN PERILAKU KELUARGA TERHADAP KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS I KOTA PONTIANAK 2021

Adib, Moh (2021) HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN PERILAKU KELUARGA TERHADAP KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS I KOTA PONTIANAK 2021. Journal of Environmental Health and Sanitation Techology, 1 (2). pp. 32-39. ISSN 2829-1360

[img] Text
jurnalku dg endi.pdf

Download (275kB)
Official URL: http://jtk.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/JEH...

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang menyerang organ saluran pernapasan dengan kondisi akut. Penyakit ini terjadi disebabkan adanya agent infeksius berupa virus, bakteri dan jamur. Penderita ISPA meningkat disetiap tahunnya. Jumlah kunjungan pasien ISPA 2015 berjumlah 3.892 kasus sedangkan pada tahun 2016 menurun menjadi 3.238 kasus, tahun 2017 meningkat menjadi 3.325 kasus, dan tahun 2020 menurun menjadi 500 kasus, akan tetapi kasus ISPA di wilayah Puskesmas Perumnas I merupakan kasus yang tertinggi dari 19 Puskesmas di Kota Pontianak. Berdasarkan data tersebut, jumlah penderita ISPA pada balita tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Perumnas I. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dan perilaku keluarga terhadap kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Perumnas I Kota Pontianak. Jenis penelitian ini adalah survei yang bersifat observasional dengan pendekatan Case-control (kasus kontrol). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 66 balita yang terdiri dari 22 balita kasus dan 44 balita kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara kepadatan hunian (p=0,029; OR=3,750), suhu ruangan (p=0,043; OR=3,724), kelembaban ruangan (p=0,011; OR=4,911), lantai rumah (p=0,012; OR=4,667), kebiasaan merokok (p=0,028; OR=4,080) sedangkan luas ventilasi (p=0,066; OR=3,200), dinding rumah (p=0,350; OR=2,100), kebiasaan menggunakan obat anti nyamuk (p=0,230; OR=2,222), kebiasaan membuka jendela (p=0,184; OR=2,320) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian ISPA pada balita. Hal tersebut disarankan masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan rumah seperti kepadatan hunian ruangan yang boleh dihuni 8m2/orang, menjaga kestabilan suhu dan kelembaban rumah dengan sering membuka ventilasi atau jendela, memperhatikan apabila kondisi lantai kotor dan berdebu maka segera dibersihkan, serta kepada pihak orang tua untuk tidak merokok berada di dalam rumah maupun di dekat balita agar tidak menjadi pemicu terjadinya ISPA pada balita.

Item Type: Article
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Moh Adib
Date Deposited: 26 May 2023 11:25
Last Modified: 26 May 2023 11:53
URI: http://repo.poltekkes-pontianak.ac.id/id/eprint/55

Actions (login required)

View Item View Item